Profil Lulusan

Program Studi Agribisnis

Lulusan Prodi Agribisnis Universitas Setia Budhi Rangkasbitung memiliki prospek kerja sebagai Agrotechnopreneur Manajer Agribisnis,Fasilitator / Konsultan Pemberdayaan Masyarakat Agribisnis, dan Birokrat dan perencana pembangunan pertanian/Agribisnis

a. Agro-Technopreneur

Mampu mengelola usaha di sektor Agribisnis dan agroindustri melalui pemanfaatan teknologi dan mengedepankan inovasi menciptakan nilai tambah serta mampu membaca peluang pasar dengan mengembangkan sistem agribisnis pada subsektor Pertanian dan perkebunan berbasis kearifan lokal (cengkeh, Kopi, kakau, kelapa dan Sawit)

b. Manajer Agribisnis Pertanian dan Perkebunan

Mampu mengelola pekerjaan di sektor pertanian dan perkebunan (sub sistem hulu, subsistem usahatani, subsistem pengolahan, sub sistem pemasaran dan sub sistem penyedia jasa ) terutama pada produksi tanaman unggulan lokal dengan penuh tanggung jawab dalam mengarahkan dan mengkoordinasikan pekerjaan serta mampu mengidentifikasi resiko dan mengantisipasi ketidakpastian pada sistem operasi Agribisnis.

c. Konsultan Agribisnis

Mampu mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan, mengevaluasi, memberikan saran, rekomendasi, serta solusi dalam menyelesaikan permasalahan pertaniaan dan perkebunan dengan menggunakan pendekatan sebagaimana yang di gunakan dalam ilmu pengambilan keputusan.

d. Fasilitator Pengembangan Masyarakat Agribisnis

Mampu berkomunikasi dengan baik dengan pihak lain sebagai Influencer serta dapat memperngaruhi pola pikir dan cara kerja masyarakat pertanian dan perkebunan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

e. Birokrat dan perencana pembangunan pertanian/Agribisnis

Mampu mendesain pengembangan usaha dan pembangunan pertanian/ agribisnis yang holistik serta memiliki jiwa kewirausahaan dan kepemimpinan yang transformatif sehingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Program Studi Teknilk Kimia

Lulusan Prodi Teknik Kimia Universitas Setia Budhi Rangkasbitung memiliki prospek kerja sebagai Insinyur Proses (Process Engineer), Konsultan Energi dan Lingkungan (Energy and Environment Consultant), Pengembang Produk (Product Developer), Konsultan Teknik Kimia (Design Chemical Engineers Consultant), Peneliti (Reseacher), Wirausaha (Entrepeneur), dan Analis (Analyst).

Analyst
Untuk menjadi seorang analis baik di laboratorium maupun analis dibidang lingkungan, seorang Sarjana Teknik Kima harus mempunyai kemampuan dalam penguasaan ilmu-ilmu dasar Teknik kimia, sedangkan kemampuan pendukung lainnya yaitu harus mampu mengkomunikasikan hasil analisisnya kepada orang lain (user).

Process Engineer
Sarjana Teknik Kimia sebagai insinyur proses, penguasaan skill dan pengetahuan tentang dalam inovasi proses merupakan hal yang sangat diperlukan. Seiring dengan pesatnya perkembangan produksi bahan kimia, dimana kepuasan konsumen merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam suatu desain, maka rekayasa proses dan rekayasa produk merupakan hal yang tidak dapat terpisahkan.

Energy and Environment Consultant
Sarjana Teknik Kimia sebagai konsultan energi dan lingkungan, penguasaan skill dan pengetahuan tentang mengidentifikasi kontaminasi air, udara dan tanah, selain itu konsultan memiliki disiplin ilmu sebagai pengelolaan limbah dan daur ulang, penilaian dampak lingkungan dan resiko banjir, peluang energi terbarukan hingga system manajemen lingkungan.

Product Developer
Sarjana Teknik Kimia sebagai pengembang produk, penguasaan skill dan pengetahuan tentang dalam inovasi proses dan desain produk merupakan hal yang sangat diperlukan. Untuk mendapatkan bahwa suatu produk dapat diterima oleh pengguna, maka konsep technology push dan market pull perlu dipelajari oleh seorang Sarjana Teknik Kimia dalam perkuliahan.

Design Chemical Engineers Consultant
Sarjana Teknik Kimia sebagai Konsultan Teknik Kimia bertindak sebagai kontraktor luar untuk memberikan pengetahuan khusus kepada bisnis dan lembaga pemerintah tentang berbagai aplikasi Teknik kimia.

Researcher
Bidang penelitian dan pengembangan (R&D) merupakan bagian terpenting dari suatu industry dalam mengahadapi persaingan global. Perbaikan proses, produk, dan pembuatan produk baru merupakan tugas dari seorang Sarjana Teknik Kimia sehingga keahlian dalam analisis dan riset dalam bidang tersebut merupakan hal yang penting untuk dimilisi seorang Sarjana Teknik Kimia sebagai peneliti.

Entrepeneur
Dalam kaitan dengan kesediaan lapangan kerja sera globalisasi, maka seorang Sarjana Teknik Kimia memerlukan mental seorang entrepeneurship sehingga dengan bekal ilmu Teknik kimia diharpkan seorang Sarjana Teknik Kimia dapat mandiri dalam hal pekerjaan maupun dalam menghadapi persaingan dengan Sarjana Teknik Kimia dari luar negeri.

Program Studi Teknik Industri

Program Studi Sarjana Teknik Industri diarahkan untuk menghasilkan sarjana Strata Satu (S1) Teknik Industri yang memiliki keahlian sebagai:

Lulusan memiliki kemampuan dalam merencanakan, memperbaiki dan menginstalasi sistem terintegrasi dari manusia, material, informasi, peralatan dan energi  sesuai dengan bidang keteknikindustrian.

Lulusan memiliki kemampuan menganalisis dan merancang sistem terintegrasi dari permasalahan nyata secara mandiri melalui prinsip dan metode engineering di bidang keteknikindustrian.

Lulusan mampu menjadi individu yang dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan diri sepanjang hayat.